UNIT 2 - TEKS NARASI

Kegiatan Belajar

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari unit ini, Anda diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi gagasan utama dan pendukung dalam teks berupa bacaan tentang legenda suatu tempat wisata dan cerita rakyat
  2. Mengidentifikasi makna kosakata dan ungkapan yang terkait dalam bacaan

Langkah Pembelajaran

Menurut Huda (2013), tahapan yang dilakukan dalam proses pembelajaran menggunakan metode self-directed learning adalah sebagai berikut:

  1. Planning

Tahap ini memiliki langkah antara lain: menganalisis kebutuhan peserta didik, institusi dan persoalan kurikulum, melakukan analisis terhadap skill atau kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik, merancang tujuan pembelajaran yang continum, memilih sumber daya yang tepat untuk pembelajaran, serta membuat rencana mengenai aktivitas pembelajaran harian.

2. Implementing

Pendidik mempromosikan kemampuan yang dimiliki peserta didik, menerapkan pembelajaran sesuai dengan hasil adopsi rencana dan setting, penyesuaian yang telah dilakukan, serta memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memilih metode yang sesuai dengan keinginannya.

3. Monitoring

Pada tahap ini pendidik melakukan mind-tas monitoring atau melakukan pengawasan terhadap pengerjaan tugas yang diberikan, study balance monitoring atau melakukan pengawasan peserta didik selama mengerjakan aktivitas-aktivitas lain yang berkaitan dengan tugas utama pembelajaran, serta awareness monitoring atau mengawasi kesadaran dan kepekaan peserta didik selama pembelajaran.

4. Evaluating

Pendidik membandingkan hasil peserta didik, menyesuaikan dan melakukan penilaian peserta didik dengan tujuan yang telah dirancang sebelumnya, serta meminta pernyataan kepada peserta didik, dengan mengajukan pertanyaan mengenai proses penyelesaian tugas.

Sebelum memulai pembelajaran, terdapat kuis mengenai tata bahasa yang dapat Anda mainkan terlebih dahulu. 

Uraian Materi

Uraian Materi

Pada unit 2 kita akan mempelajari teks narasi.  Sebelum mempelajari teks narasi coba jawab pertanyaan berikut!

  1. Apakah Anda pernah menceritakan suatu kejadian atau peristiwa berdasarkan waktu atau urutan kronologis?
  2. Apakah kejadian atau peristiwa yang Anda gambarkan mengandung konflik dan bagaimana cara menyelesaikan konflik tersebut?

Jika Anda pernah menceritakan suatu kejadian atau peristiwa berdasarkan waktu atau urutan kronologis dan kejadian atau peristiwa yang Anda ceritakan itu ada konflik dan cara menyelesaikan konfliknya, itu berarti Anda telah menceritakan sebuah narasi tentang kejadian atau peristiwa tersebut.  Jika cerita Anda tentang suatu peristiwa atau peristiwa ditulis menjadi teks maka Anda telah menulis teks naratif.  Jadi, teks narasi adalah karangan yang menceritakan suatu peristiwa atau peristiwa berdasarkan urutan waktu.  Teks narasi bertujuan untuk menghibur dan melibatkan pembaca dalam suatu pengalaman atau imajinatif. Teks narasi terdiri dari orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda.

  1. Orientasi (pengantar/introduksi) Orientasi teks naratif berisi pengenalan tokoh, latar, latar tempat, latar cerita, latar waktu, dan berbagai komponen awal pengenal cerita lainnya.
  2. Komplikasi dalam membaca mengandung masalah atau pokok masalah dalam cerita. Konflik mulai muncul dan jalan cerita akan dimulai di bagian ini.  Bagian ini dapat dimulai dengan pengenalan konflik.  Ini diikuti oleh konflik yang lebih kompleks.
  3. Resolusi berisi solusi atau resolusi konflik yang dijelaskan pada bagian komplikasi. Bagian ini menceritakan peristiwa yang hampir berakhir.
  4. Koda adalah bagian akhir karangan atau cerita. Ending atau akhir bisa menjadi cerita sedih atau bahagia

Asal Usul Danau Toba

(Orientasi)

Pada zaman dahulu hiduplah seorang pemuda bernama Toba. Ia hidup sederhana dan tidak memiliki keluarga, kegiatan sehari harinya hanya memancing ikan di sungai untuk ia makan. Suatu hari saat memancing, Toba mendapat ikan yang sangat besar dan indah, sisiknya berwarna emas. Toba sangat terkejut melihat ikan itu, akhirnya ia membawa pulang ikan besar itu dan memutuskan untuk memeliharanya. Namun Toba dikagetkan lagi saat ikan itu berubah menjadi wanita yang sangat cantik. Toba langsung jatuh hati pada wanita cantik tersebut.

Akhirnya toba menyampaikan kepada wanita itu bahwa ia mencintainya dan ingin menikah dengannya. Wanita itu setuju untuk menikah dengan Toba, dengan syarat Toba harus berjanji untuk tidak berkata kepada siapapun bahwa wanita itu adalah ikan. Toba menyetujui syarat itu, dan akhirnya mereka menikah.

(Komplikasi)

Toba dan istrinya bersama-sama hidup sederhana dan bahagia. Kebahagiaan mereka semakin lengkap setelah mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Samosir. Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, Toba harus bekerja di ladang yang tempatnya agak jauh dari rumah. Suatu hari Samosir disuruh ibunya untuk mengantarkan makanan kepada ayahnya di ladang. Di tengah perjalanan menuju ladang, Samosir merasa lapar dan haus karena memang jarak dari rumah ke ladang cukup jauh. Akhirnya ia memutuskan untuk memakan sedikit makanan yang ia bawa untuk ayahnya. Namun ia takut dimarahi sang ayah. Benar saja, sesampainya di ladang Toba sangat marah karena melihat makanannya sudah dimakan Samosir. Kemarahan Toba memuncak sampai ia membentak Samosir dan melontarkan kata kata bahwa Samosir adalah anak ikan. Mendengar ayahnya berkata demikian Samosir pulang ke rumah sambil menangis.

(Resolusi)

Sesampainya di rumah, ia menceritakan kejadian yang sudah dialaminya kepada ibunya. Ibu Samosir sangat marah dan kecewa karena Toba sudah mengkhianati janjinya. Toba tersadar dan menyesal karena telah melanggar janji untuk merahasiakan tentang asal-usul istrinya. Namun, segalanya terlambat. Akhirnya Samosir disuruh sang ibu untuk naik ke atas bukit, dan menunggu disana. Hujan turun dengan sangat lebat. Air meluap dari rumah Toba dan terus mengalir sampai ke bukit setinggi tempat Samosir berdiri hingga membentuk danau. Sang ibu yang kecewa kembali menjadi ikan.

(Koda)

Hingga saat ini danau tersebut diberi nama Danau Toba dan pulau kecil di tengahnya diberi nama Pulau Samosir.

  1. Pernahkah kamu membaca sebuah cerita atau legenda?
  2. Cerita atau legenda apa yang pernah kamu baca?
  3. Apakah ada cerita atau legenda di Negara asal kamu? 

Tahukah Kamu

Hal yang menarik dari Meriam Puntung adalah banyak traveler yang mendengar suara misterius yang keluar dari lubang api meriam bila kita menempelkan telinga di lubang itu. Masing-masing orang bisa berbeda-beda suara yang didengar. Ada yang mengatakan mendengar suara dengungan, ada pula yang bilang mendengar suara seperti orang merintih atau menangis.

TES FORMATIF

Legenda Meriam Puntung 

Sumber: https://www.tripadvisor.co.id/LocationPhotoDirectLink-g297725-d3219591-i213098485-Maimun_Palace-Medan_North_Sumatra_Sumatra.html

Alkisah dahulu kala konon pernah lahir seorang puteri yang sangat cantik jelita di desa Siberaya, dekat hulu sungai Petani (sungai Deli). Kecantikannya memancarkan warna kehijauan yang berkilau dan menjadi kesohor ke berbagai pelosok negeri, mulai dari Aceh, Malaka, hingga bagian utara pulau Jawa. Ia kemudian dinamai Puteri Hijau. Dalam hikayatnya, Sang Puteri memiliki dua saudara kembar, Mambang Yazid dan Mambang Khayali. Mambang Yazid dapat menjelma menjadi seekor naga yang disebut Ular Simangombus. Sedangkan Meriam Puntung adalah penjelmaan dari adik Putri Hijau dari Kerajaan Deli Tua bernama Mambang Khayali.

Suatu ketika, Putri Hijau mendapatkan pinangan dari Sultan Aceh. Melihat kecantikan sang putri, pria tersebut langsung jatuh hati dan ingin mempersuntingnya. Namun sayang, lamaran itu ditolak oleh sang putri. Hati Sultan Aceh pun mengeras dan merasa murka. Ia merasa diri dan kerajaannya dihina, kemudian menurunkan bala tentara untuk menghancurkan Kesultanan Deli.

Pada saat pertempuran keduanya, Mambang Khayali terus melontarkan mortar ke pasukan Aceh. Lama kelamaan meriam itu menjadi panas, kemudian meledak dan terpecah menjadi dua. Bagian moncongnya tercampak ke Desa Sukanalu Simbelang, Kecamatan Barusjahe. Sedangkan bagian sisanya terlontar ke Labuhan Deli, dan kini ada di halaman Istana Maimoon Medan.

 Melihat situasi yang tak menguntungkan, Ular Simangombus, saudara Sang Puteri lainnya, menaikkan Puteri Hijau ke atas punggungnya dan menyelamatkan diri melalui sebuah terusan (Jalan Puteri Hijau), memasuki sungai Deli, dan langsung ke Selat Malaka. Dan hingga sekarang kedua kakak beradik ini dipercaya menghuni sebuah negeri dasar laut di sekitar Pulau Berhala.

Sumber: https://daerah.sindonews.com/berita/1110248/29/kisah-meriam-puntung-puteri-hijau-dan-kerajaan-aceh?showpage=all dengan pengubahan

Kuis Interaktif: Cerita Putri Hijau

1. Siapakah nama saudara dari Putri Hijau?

2. Mengapa Sultan Aceh merasa murka?

3. Ke mana meriam dalam cerita tersebut terlontar?

4. Di mana latar cerita dari cerita tersebut?

5. Berikut adalah tokoh-tokoh dalam cerita tersebut, kecuali….